TNI Sita Amunisi yang Dipesan Polri

Oleh:   Gerakan Rakyat Gerakan Rakyat   |   10/11/2017 03:05:00 PM
GERAKAN RAKYAT - Mabes TNI mengamankan 5900 amunisi tajam milik Brimob Polri. Pihak TNI menyebutkan, amunisi tersebut memiliki daya ledak sangat kuat hingga tidak diperuntukkan bagi Polri. Bahkan TNI pun mengaku belum memiliki amunisi dengan spesifikasi kecanggihan yang sama dengan milik polri.

TNI kembali angkat bicara soal amunisi senjata jenis Stand Alone Grenade Launcher (SAGL) 40 x 46 yang dipesan Brimob Polri. Kapuspen TNI Mayjen Wuryanto menyebut lebih dari 5900 butir amunisi telah dipindahkan ke gudang amunisi Mabes TNI senin malam.

Sebelumnya ribuan amunisi ini ditahan di terminal cargo bandara Soekarno-Hatta. Amunisi tersebut merupakan standar militer, bahkan TNI sendiri tidak memiliki senjata jenis ini. Langkah TNI mengamankan amunisi Polri berdasarkan aturan bahwa kaliber diatas 5,56 mm tidak boleh dimiliki instansi non militer.

"Geranat ini pun bisa meledak sendiri tanpa impact, tanpa benturan, setelah 14 sampai 19 detik lepas dari laras, jadi ini luar biasa. TNI sendiri sampai saat ini tidak mempunyai senjata sejenis itu, mempunyai kemampuan seperti itu." ujar Kapuspen TNI Mayjen Wuryanto.

Amunisi SAGL 40 x 46 mm memiliki radius mematikan 9 meter dan daya jangkau 400 meter. Setelah meledak pertama, amunisi bisa meledak kembali dan menimbulkan pecahan kecil mematikan. bahkan bisa meledak sendiri tanpa benturan setelah 19 detik lepas dari laras.

Meski mengamankan amunisi, TNI tidak menyita 280 laras senjata yang di impor Polri, keputusan menitipkan amunisi pesanan Polri di gudang TNI diambil dalam rapat yang dipimpin Menkopolhukam, yang dihadiri Kepala BIN, Kapolri, Panglima TNI dan Menteri Pertahanan jumat pekan lalu.

Simak video lengkapnya:


Tampilkan Komentar