Lama Tak Ada Kabar, Kejati DKI Kembalikan Berkas Kasus Pembacokan Hermansyah

Oleh:   Gerakan Rakyat Gerakan Rakyat   |   10/09/2017 08:28:00 PM
GERAKAN RAKYAT - Berkas acara pemeriksaan (BAP) lima tersangka pembacokan sadis terhadap pakar IT Hermansyah dikembalikan Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta kepada Polda Metro Jaya. Jaksa Penuntut Umum (JPU) DKI menilai berkas layak dikembalikan karena Polda Metro Jaya belum menyertakan hasil rekam medis dari RSPAD terkait pembacokan sadis terhadap ahli IT Hermansyah yang juga sebagai saksi ahli dalam rekayasa kasus chat HRS.

Kasubdit Jatanras Direktorar Kriminal Umum Polda Metro Jaya AKBP Handy Kurniawan menuturkan, hanya satu petunjuk yang diminta Jaksa dari Kejaksaan Tinggi DKI yang mesti dilengkapi agar bisa naik ke penuntutan di persidangan. "Hanya satu petunjuk yaitu untuk meminta hasil pemeriksaan dokter dari RSPAD," ujarnya.
Hendy mengatakan, memeriksa tim dokter dari RSPAD bukan diminta keterangan terkait tindak pidananya. Akan tetapi diminta menjelaskan hasil pemeriksaan medis terhadap korban. "Diperiksa untuk menjaskan rekam medis korban penganiayaan red Hermansyah," katanya.
Seperti diketahui Laurens Paliyaman, Edwin Hitipeuw, Erik, Richard, dan diciduk tim Jatanras Polda Metro setelah menganiaya Hermansyah di Tol Jagorawi KM 6 Jakarta Timur. Tersangka bernama Domingus sempat buron namun akhirnya menyerahkan diri ke Polda Metro tanggal 18 Juli 2017.
Ahli IT alumnus ITB, Hermansyah (yang terang-terangan berani menyatakan dengan bukti kuat bahwa kasus HRS rekayasa belaka), menjadi korban pembacokan di jalan tol Jagorawi Kilometer 6 ruas Taman Mini Indonesia Indah dengan jalan tol lingkar luar (Jakarta Outer Ring Road-JORR), Jakarta Timur, pada 9 Juli 2017.

Praktis sudah dua bulan. Namun kasusnya terkesan mandek. Malah berkas dikembalikan Kejati karena tidak lengkap.



Tampilkan Komentar