Iklan

BIADAB, USTAD ALFIAN TANJUNG DI LARANG SHOLAT JUM'AT

Posted by Gerakan Rakyat on Kamis, 05 Oktober 2017


GERAKAN RAKYAT - Kabar Ustad Alfian Tanjung--ulama penentang kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI)-- tak diperkenankan sholat Jum’at selama ditahan di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, akhirnya menyeruak ke ranah publik. Tak hanya itu, ulama anti Komunis yang akrab disapa dengan sebutan ustad Alfian, juga tidak bisa dikunjungi keluarga dan pengacaranya.

Atas hal tersebut, Tim Advokasi Alfian Tanjung (TAAT) bergegas mendatangi kantor Komnas HAM di Jalan Latuharhari, Menteng, pada hari Kamis, (5/10). Rombongan TAAT yang dipimpin oleh Abdullah Al Katiri diterima oleh Siane Indriani.

“Ya tadi kita menerima kunjungan dari tim pengacara ustad Alfian Tanjung yang menyampaikan beberapa hal terkait ada hak-hak ustad Alfian yang tidak dapat dipenuhi selama ditahan di Mako Brimob saat ini,” ujar Siane.

Ketika ditanya lebih lanjut soal hak apa saja yang tidak dapat dipenuhi ustad Alfian selama ditahan, Siane menjelaskan soal hak untuk menjalankan ibadah dan soal hak untuk bisa dikunjungi oleh pihak luar seperti keluarga dan pengacaranya.

“Tadi dari pihak pengacaranya menyampaikan bahwa ustad Alfian tidak diperkenankan sholat Jum’at karena beliau tidak boleh keluar dari selnya. Juga disampaikan bahwa pihak keluarga dan penasihat hukum tidak bisa mengunjunginya di Mako Brimbob. Juga ustad tidak boleh memakai sarung dan hanya memakai celana pendek saja selama di sel tahanan. Itu yang disampaikan tim penasihat hukumnya tadi kepada Komnas HAM,” tutur Siane.

Selain mendengar laporan dan masukan dari pihak penasihat hukum ustad Alfian, pihak Komnas juga menerima berkas laporan yang diberikan TAAT kepada Komnas HAM untuk ditindak lanjuti.

“Kami sepenuhnya mendengar dan mencatat semua apa yang disampaikan tadi. Kami akan menindaklanjuti soal laporan hak-hak asasi dari ustad Alfian yang jika itu tidak dipenuhi maka akan kami bantu rekomendasikan. Kami sedang menunggu laporan yang lebih lengkap soal itu baru setelahnya kami akan lakukan beberapa tindakan selanjutnya,” pungkas Siane. (Berbagai Sumber/PM/EM)

Previous
« Prev Post

Related Posts

10/05/2017 02:06:00 AM

0 komentar:

Posting Komentar