Iklan

ROHIS ITU BUKAN KOMUNIS APALAGI TERORIS !

Posted by Gerakan Rakyat on Minggu, 09 Juli 2017

GERAKAN RAKYAT - Tampaknya pemerintah semakin paranoid, yang mana melalui menteri agama meminta agar kegiatan ROHIS di sekolah-sekolah diawasi.

Puluhan tahun organisasi itu berdiri dan berhasil merangkul anak-anak remaja sampai menjelang dewasa agar tak gagal fokus memaknai masa muda, kok malah dicurigai dan diawasi seperti ROHIS itu gerakan komunis atau organisasi teroris.


Apa sih yang diajarkan di ROHIS hingga harus diawasi hanya karena rezim sedang mengidap Islamophobia? 


Di ROHIS anak-anak tanggung yang sedang semangat-semangatnya mencari jati diri diajarkan agar dekat dengan penciptaNya. Agar tidak bingung dengan definisi tentang remaja yang salah; seperti anggapan bahwa remaja itu boleh bebas bereksplorasi tanpa batas, emosian, suka galau, menyendiri, depresi, kumpul-kumpul dan bersenang-senang.

Nah, di lembaga ROHIS semua anggapan membingungkan itu di akomodir dalam bentuk ibadah sholat, mengaji, puasa, mengkaji Quran, malam bina takwa (MABIT) yang isinya nmengajarkan sholat tahajud, juga sampai ke tafakur alam, alias jalan-jalan ke luar sekolah melihat alam sambil memuji Allah atas keindahan alam yang luar biasa bisa mereka nikmati.


Jika bentuk kegiatannya seperti itu kenapa harus ada “warning” untuk diawasi? Padahal dengan melewati kegiatan-kegiatan tersebut, ROHIS banyak mencetak generasi-generasi manis yang bertakwa, taat dan takut pada Allah, sehingga terhindar dari pergaulan bebas remaja yang banyak di khawatirkan oleh orang tua hari ini.


Bisa jadi pemerintah melakukan ini karena belum pernah merasakan manisnya masa-masa bergaul di lembaga ROHIS, hingga mereka ingin ikut bersama mengulang masa remaja dengan ikut hadir dan ingin tahu tentang indahnya Islam melalui pengawasan ini.


Bolehlah kalau begitu, geser dikit kasih tempat ya adek-adek ROHIS, semoga dengan demikian penyakit Islamophobianya bisa sembuh.  Wallahu'alam. [Geikha]

Previous
« Prev Post

Related Posts

7/09/2017 06:18:00 AM

0 komentar:

Posting Komentar