Iklan

PKS dan HTI: Soliditas Dakwah Anak Muda

Posted by Gerakan Rakyat on Senin, 03 Juli 2017

GERAKAN RAKYAT - Di Indonesia, dua organisasi Islam, dengan latar belakang berbeda, telah mewarnai perjalanan besar kehidupan bangsa ini. Pada jalur gerak bernama dakwah, meskipun punya jalan pandang berbeda, tak bisa dianggap remeh ke dua organisasi ini. Satu bernama Partai Keadilan Sejahtera (PKS) [dahulu Partai Keadilan] satu lagi bernama Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Tak bisa dipungkiri, ke dua tokoh besar Muslim dunia, menjadi pengaruh dari aktivitas dakwah organisasi perjuangan Islam ini. Hasan Al-Banna yang menjadi pendiri Ikhwanul Muslimin menjadi inspirasi bagi teman-teman PKS, dan Taqiyuddin An-nabhani pendiri Hizbut Tahrir menjadi rujukan teman-teman HTI.

Maka, dua kelompok ini, punya asset yang lebih mahal daripada gedung dan fisik, asset itu adalah Soliditas Sumber daya manusia mereka. Kekuatan besar itulah yang membuat kaderisasi organisasi berlangsung. Maka, pengaruh sosok tak memiliki efek besar dalam kapal besar perjuangan ini.

Berakar dari anak-anak muda yang intelektual kemudian berkembangan ke berbagai lapisan masyarakat, membuat HTI dan PKS sama-sama dicintai masyarakat. Dengan tidak menitik beratkan perbedaan fiqih mazhab dalam ibadah, membuat pengaruh mereka semakin besar dihadapan masyarakat. Isu keterkaitan HTI dan PKS dengan wahabi pun yang diteriakkan musuh-musuh Allah SWT tak mampu membuat orang takut untuk mendekati kedua organ dakwah ini.

Selebaran palsu, surat kaleng dan sematan Radikal kepada label dua organisasi ini pun, lamban laun tak mampu membuat masyarakat Indonesia menjauhi mereka. Justru mendekati, dan tertarik kepadanya.

Maka, saat Pemerintah mengumumkan pembubaran HTI, justru memukul dan menyudutkan pemerintah sendiri. Sebab, mereka yang selama ini dekat dan berkiprah dengan orang-orang HTI, tak melihat bukti adanya upaya makar HTI terhadap Indonesia. Justru, di tengah-tengah masyarakat, HTI lebih Pancasilais daripada mereka yang update status "Saya Pancasilais".

HTI dan PKS, bagaimana tidak disebut Pancasilais, sebab mereka digambarkan Muslim yang ramah, meskipun pemikiran Islam yang dianutnya dianggap radikal oleh kaum intelektual Islam yang liberal. Perhatikan saja, aktivitas individu mereka sangat mudah bergaul dengan masyarakat. Rumah-rumah mereka terbuka dan pagar mereka tak setinggi gedung, ketika ada pengajian RT/RW bergegas datang, gotong royong mereka ikuti bahkan shalat harian di masjid kampung mereka singgahi.

Inilah soliditas dakwah anak muda. Soliditas dakwah yang justru membangunkan rakyat Indonesia menyadari betapa saat mereka jauh dari Islam, Indonesia yang sejahtera hanya impian belaka. Meskipun antara HTI dan PKS bertolak belakang dalam pandangan terhadap dakwah di parlemen, tapi tak lantas membuat kedua kelompok ini berseberangan jauh.

HTI dan PKS, adalah cerminan upaya generasi muda Indonesia, yang justru menghargai kebhinekaan, menghormati kemajemukan dengan wajah Islam yang rahmatan lil 'alamin. Tanpa menjual agama untuk kepentingan dunia, yang justru saat ini ditampilkan mereka-mereka yang secara nyata bergerak bukan atas nama Allah SWT, tetapi justru duit dan hawa nafsu.

Akhukum,
Rizqi Awal,
Founder Dakwah Islam

Previous
« Prev Post

Related Posts

7/03/2017 10:40:00 PM

0 komentar:

Posting Komentar