Iklan

KAMI TIDAK TAKUT TEROR KOMUNIS

Posted by Gerakan Rakyat on Senin, 10 Juli 2017

GERAKAN RAKYAT - Kesatria tidak pernah main kasar dan main belakang. Jika memang punya nyali, berhadapan satu persatu dengan senjata yang seimbang. Nyatanya, Komunis jelas bukan berisikan para ksatria, belakangan ini semakin kalap dengan gerakan Aksi Bela Islam di segala lini, kaum komunis panik, lalu mencari cara agar musuhnya (yaitu umat Islam) jangan sampai saling berpadu merapatkan shaf. Karena jika itu terjadi, akan menjadi ganjalan terbesar bagi cita-cita mereka mewujudkan tatanan masyarakat yang berhaluan Komunisme.

Masih ingat peristiwa pemberontakan PKI jaman dahulu? Yang digunakan adalah cara-cara brutal dan sadis, sangat jauh dari prikemanusiaan. Kiwari, cara-cara itu muncul kembali. Tak berbeda jauh, seperti fitnah keji terhadap Ulama, teror dengan intimidasi atasnama kekuasaan, hingga aksi pengecut dengan melakukan penganiayaan brutal terhadap aktivis Aksi Bela Islam.

Masih hangat di lini masa, Novel Baswedan yang tengah membongkar kasus skandal yang melibatkan beberapa nama pejabat di lingkaran kekuasaan, selepas sholat subuh berjamaah disiram air keras tak jauh dari rumahnya hingga ia mengalami cidera yang sangat serius. Kini, Hermansyah, ahli telematika dari Institut Teknologi Bandung  yang tengah menguak kebusukan fitnah melalui rekayasa chat WhatsApp yang ditudingkan kepada Imam Besar Front Pembela Islam, Habib Rizieq Syihab, telah dianiaya, dikeroyok, dibacok, ditusuk dan terindra jelas ada upaya pembunuhan yang terencana oleh sekelompok orang terhadap Hermansyah. Hal ini semakin menegaskan bahwa, ada yang benar-benar terusik oleh apa yang sedang dilakukan Hermansyah, yakni, pengungkapan rekayasa fitnah terhadap Habib Rizieq Syihab. Peristiwa tersebut menjelaskan keberadaan persekongkolan kaum Komunis teramat nyata.

Cara teror seperti ini dilakukan untuk menebarkan rasa takut. Namun, intimidasi picisan itu jelas tidak akan berpengaruh sama sekali bagi umat Islam yang tak rela keyakinannya ternistakan, sebaliknya, umat Islam semakin solid dan padu. Termasuk didalamnya upaya kriminalisasi terhadap ulama yang saat ini dipraktekan oleh lingkaran kekuasaan, hanya akan menambah gegap gempita gelombang Aksi Bela Islam yang lebih masif dari sebelumnya.

Masyarakat sudah semakin sadar dan mampu memetakan mana yang sejatinya berpihak pada rakyat, dan mana yang hanya menghisap darah rakyat untuk mencapai kepentingan kekuasaan semata.

Maka, untuk melawan segala bentuk TERORISME seperti yang menimpa terhadap Novel Baswedan dan Hermansyah, bersama, mari menolak dengan mengatakan #KamiTidakTakutTerorKomunis. [GR]

Previous
« Prev Post

Related Posts

7/10/2017 04:47:00 PM

0 komentar:

Posting Komentar