Iklan

GUCCI DAN CITRA YANG TAK DITEPATI

Posted by Gerakan Rakyat on Senin, 03 Juli 2017

GERAKAN RAKYAT - Tas Gucci serta Chanel yang dipakai oleh Bu Iriana dan Kahiyang di Ragunan kemarin menjadi obyek gunjingan bukan karena publik tak paham ukuran kepantasan mengenai siapa bisa memakai apa. Gunjingan itu muncul lebih karena publik masih menyimpan memori kolektif soal framing "kesederhanaan" yang pernah jadi jualan Pak Jokowi tiga tahunan silam. "Pemimpin Sederhana, Rakyat Sejahtera", atau "Pejabat Foya-foya, Rakyat Menderita", adalah jargon yang pernah kita dengar waktu itu.

Tak ada yang salah dengan jargon itu. Dan tak ada yang keliru juga dengan mengkampanyekan kesederhanaan. Yang menjadi persoalan adalah ketika kesederhanaan itu dulu dikampanyekan melalui harga kemeja atau harga sepatu, sebuah parameter naif dan artifisial yang terbukti mudah sekali dijungkirbalikan.

Karena publik masih mengingat dengan baik framing kesederhanaan dengan ukuran naif itu, maka dengan logika yang sama kini publik mencoba membalikannya dalam nada kritis: oh, kemeja seratusan ribu itu kini sudah diganti jaket bomber seharga jutaan toh; sepatunya yang dulu harganya ratusan ribu juga telah diganti sneakers seharga dua jutaan; lalu, di mana "kesederhanaan" yang dulu pernah di kampanyekan itu?!

Mereka yang menggunjingkan tas ibu negara saya kira bukan orang naif yang tak paham soal siapa bisa memiliki apa. Mereka pasti paham soal semacam itu. Yang mereka gunjingkan terkait soal tas Bu Iriana tak lain adalah konsistensi Pak Jokowi atas seluruh framing yang pernah digunakannya semasa kampanye dulu.

Gunjingan bernada protes itu intinya sebenarnya sederhana: jika Pak Jokowi tak lagi setia terhadap framing yang dulu pernah digunakan untuk menaikkan pamornya--yang selalu dikontraskan dengan Pak Prabowo yang hidupnya dipersepsikan "wah" karena harga koleksi kudanya saja mencapai ratusan juta per ekor---bagaimana kita bisa percaya ia sungguh-sungguh bisa menunaikan janji kampanye yang lebih rumit dari sekadar setia pada harga kemeja?!

Belum lagi, insiden tas Gucci itu justru terjadi ketika pemerintahan Pak Jokowi tengah berhasil-berhasilnya menularkan gaya hidup sederhana kepada masyarakat. Ya, seturut data statistik, di masa Pak Jokowi, bukankah rakyat kita hidupnya makin "sederhana"?!

Oya, Anda sudah bayar listrik belum bulan ini?!


[Tarli Nugroho
 

Previous
« Prev Post

Related Posts

7/03/2017 01:06:00 AM

0 komentar:

Posting Komentar