Iklan

FRAMING MEDIA MEMFITNAH IRINA

Posted by Gerakan Rakyat on Jumat, 14 Juli 2017

GERAKAN RAKYAT - Jika bukan karena kecerdasan dan kematangan mental yang memadai, tak kan mungkin Irina, istri ahli telematika Institut Teknologi Bandung (ITB) Hermansyah yang dianiaya dengan keji itu bisa menghantarkan suaminya ke rumah sakit dan selamat. (Baca: Biadab, Ahli Telematika Yang Mengungkap Kebohongan Pada Chat WhatsApp Habib Rizieq dan Firza Dianiaya !)

Siapa yang akan terima dan tidak syok, menyaksikan suaminya dikeroyok, dibacok, dan ditusuk secara brutal dan keji di depan mata kepalanya sendiri hingga hampir kehilangan nyawa, sesaat setelah merayakan hari istimewanya dengan bahagia.

Kasus ini bukanlah kasus sederhana yang disebabkan oleh “pepet-pepetan kendaraan” semata. Dari pengakuan suaminya sendiri, Irina tahu sang suami tengah diincar dan diancam keamanannya sehubungan dengan kemampuan suaminya yang dapat membeberkan rekayasa teknologi atas persekongkolan sekelompok oknum dalam menjebak seseorang yang tak bersalah.

Namun demikian, meski harus menghadapi kepelikan akibat aksi biadab yang mendera suaminya, wanita asal Uzbekistan ini berusaha tetap tegar, tenang dan tak menunjukkan kekecewaannya pada publik secara berlebihan.

Kemampuan Irina mengelola emosi atas permasalahan yang menimpanya menandakan ia bukan perempuan biasa, yang bagi dunia psikologi lazim disebut kecerdasan emosi. Hanya perempuan dengan tingkat kematangan tertentu yang mampu bersikap tenang dibalik kekhawatiran dan ketakutan yang ia rasakan.

Bagaimana tidak, selepas suaminya dianiaya secara brutal dan terluka fatal, bahkan Irina juga mendapatkan penganiayaan dari para pelaku dengan dipukul dan dijambak, tak disangka ada oknum yang mencoba manfaatkan situasi ini dengan melontarkan fitnah keji tentang pribadi Irina yang tak ada kaitannya sama sekali dengan kasus penganiayaan ini. Alih-alih berempati pada apa yang menimpa Irina dan suaminya, terindikasi ada  pihak yang belum juga puas atas pengeroyokan brutal terhadap Hermansyah (?)

Tuduhan-tuduhan keji itu dibuat dengan tujuan mencitrakan Irina menjadi buruk di hadapan khalayak. Tak lain, bermaksud agar masyarakat melihat kekerasaan brutal yang menimpa Hermansyah itu hanya sebagai kasus kriminal tanpa motif “khusus” yang melatarinya. Belum lagi, begitu terindera oleh publik, ada kesengajaan pihak tertentu membumbui kisah-kisah fiktif pada kasus kekerasan brutal tersebut untuk memperkuat opini hitamnya terhadap Irina dan Hermansyah.

Entah bagaimana warta picisan itu yang tak lebih hanya sebagai fitnah belaka dapat beredar luas. Ironisnya, fitnah itu ditayangkan pada media publik (yang menasional), dimana dalam etikanya (baca: kode etik jurnalistik), keakuratan data merupakan hal yang sangat dijunjung tinggi.

Lagi-lagi kepentingan suatu kelompok dapat mengalahkan idealisme dan nurani, hingga kebenaran sudah tak ada harganya lagi untuk dipertahankan dan diperjuangkan.

Keberanian Irina menunjukkan sikap tenang dalam menghadapi kasus ini sesungguhnya, adalah sebuah pesan positif bagi para perempuan agar tak mudah panik dan bersikap tegar dalam menghadapi berbagai permasalahan.

Dan untuk mendukung Irina sebagai solidaritas  terhadap sesama perempuan, maka mari tolak framing miring yang menyudutkan Irina yang saat ini sedang berjuang mendapatkan keadilan atas penganiayaan yang terjadi pada suaminya. [Geika]

Stop Fitnah Irina !
Lindungi Perempuan dari kekerasan fisik, kekerasan psikis maupun kekerasan framing media yang tak sesuai fakta !

Previous
« Prev Post

Related Posts

7/14/2017 10:55:00 PM

0 komentar:

Posting Komentar