Iklan

FELIX SIAUW ITU TAKFIRI? atau justru mereka tak tahu diri !

Posted by Gerakan Rakyat on Jumat, 07 Juli 2017

GERAKAN RAKYAT - Alhamdulillah, diberikan rezeki sama Allah SWT untuk bisa berlabuh ke Kota Hongkong. Dan saya benar-benar merasakan betapa memegang Islam itu adalah keberuntungan sekaligus kemenangan.

Kalau di Indonesia, teman rasa musuh itu banyak. Sehingga wajar, Saat saya berada di negeri orang, mendengar kisah celaan kepada Ustadz Felix sebagai seorang wahabi dan takfiri itu ngenes luar biasa. Sementara, mereka berdiam diri saat ratusan ribu pemuda Indonesia, dijejali pemikiran liberalisme, diaduk-aduk aqidahnya, bahkan secara terang-terangan membela penista dan penoda agama.

Dalam perjalanan saya di Hongkong, ketemu suara adzan dari masjid itu sesuatu yang dirindukan, dan peluang kemaksiatan pun banyak luar biasa. Kalau Iman kita dididik gaya Liberal, maka saya bisa jadi "tak mengapa" cicipi daging babi, menghirup aroma "alkohol" yang dijual bebas dan sesekali mencoba perempuan rasa Hongkong. Semua bisa jadi dengan mudah didapatkan. Kenapa tidak, sebab di sinilah iman kita diuji.

Dan mendengar kisah sedih tentang tenaga kerja, yang kadang kala shalat pun harus di "WC" untuk menunjukkan ketaatan mereka kepada Rabb, harus mereka lakukan. Padahal, hak beragama adalah hak pribadi manusia yang harusnya pun "dibolehkan" seluruh manusia. Di depan mata saya pun, seorang anak perempuan "SMP" asli Hongkong mabuk berat sehingga perlu dipikul oleh temannya yang lain. Sedih tentu lihatnya.

Mempertahankan Aqidah begitu beratnya. Menjadikan Islam sebagai cahaya sehingga terpancar ke banyak orang pun harus ditunjukkan. Namun sekali lagi, ketika saya melihat Ustadz Felix Siauw dibegitukan, dengan tuduhan keji, dengan julukan "takfiri" (suka mengkafirkan orang lain) maka alangkah "ngenes" sebagai seorang Muslim. Sibuk menghardik dan membusukkan Muslim yang lain, namun asyik bergandeng tangan dengan kaum liberal, lebih senang melahap Das Kapital daripada kitab-kitab para Alim dan Salafush Shalih, dan lebih bangga bergoyang dangdut daripada melantunkan dan mensyiarkan kitab suci Al-Quran.

Kalau anda tak mampu memberikan sinar Islam kepada seluruh dunia, atau mencerahkan dengan ilmu Islam yang luar biasa, lantas karya apa yang bisa engkau banggakan kepada ummat ini? Karya buku-buku yang mencaci saudara Muslimmu sendiri? Update status yang mendukung ucapan-ucapan para penista?

Lantas pula kemana julukan Anti-NKRI dan Anti-Pancasila itu diarahkan saat Koruptor BLBI pulang disambut bak orang terhormat, padahal jelas, dia telah menyengsarakan Jutaan Rakyat Indonesia. Kemana Julukan Anti-NKRI dan Anti-Pancasila itu diarahkan saat serta merta UU dibuat tidak merujuk sama sekali Pancasila, bahkan cenderung liberal dan sangat Kapitalis. Di mana pula moncong ucapan Anti-NKRI dan Anti-Pancasila itu berada saat banyak orang senang mendukung Belanda saat timnas Indonesia bertanding melawannya.

Sekali lagi, apakah Ustadz Felix Siauw itu takfiri, atau yang berucap demikian yang tak tahu diri?

Akhukum,
Rizqi Awal,

Founder Dakwah Islam

Previous
« Prev Post

Related Posts

7/07/2017 06:41:00 PM

0 komentar:

Posting Komentar