Iklan

AFI ADALAH POTRET BANGSA SECARA KESELURUHAN

Posted by Gerakan Rakyat on Sabtu, 08 Juli 2017

GERAKAN RAKYAT - Di usia yang masih sangat muda Afi dijangkiti penyakit berbahaya: minta dielu-elukan karena merasa sudah dapat nama meskipun lewat jalan tidak terpuji yaitu plagiarisme. Afi sudah dijangkiti sindroma selebriti jadi merasa harus tampil di muka publik agar namanya tidak pudar. Maka dari itu curhat pun harus direkam. Bahasa pun harus keren dan dengan sengaja memilih Bahasa Inggris sebagai medium pengungkapan. Afi pasti sudah berhitung bahwa hanya dengan Bahasa Inggris dengan logat Amerika yang penuh gaullah dia akan kelihatan meteorik, keren, jauh melampaui para pemujanya yang tergila-gila akan modernitas Barat dan ilusinya. 

Tapi sayang kebohongan yang mau diungkapkan Afi harus dicapai dengan kebohongan lagi. Diksi, gaya bahasa, dan gestur curhatan khas ABG Amerika itu dia tiru mentah-mentah dari video lain. Afi tidak lagi orisinil. Menyedihkan. Di sinilah marabahaya itu muncul.


Mengapa Afi harus malu kelihatan sebagai anak Banyuwangi, yang 700-an km jauhnya dari Jakarta, dan harus tampak sebagai seorang kosmoplit semu yang dipaksakan? Kenapa Afi harus berbicara memakai Bahasa Inggris logat Amerika kalau "hanya" tinggal di sebuah kota kecil yang tak jelas posturnya dalam peta prestise kaum snob?


Afi tidak mencipta sendiri gayanya. Dia pasti meniru dari sekelilingnya: para senior, para guru, para orang tua, tv, radio, Youtube, Facebook, dan media lainnya. Afi adalah cermin snobbisme yang menganggap Barat adalah segalanya. Di sana tersimpan snobbisme sekaligus minderheid complex (penyakit rasa rendah diri) sesungguhnya. 


Namun orang-orang yang menciptakan Afi sebagai ikon dan pahlawan snobbismelah yang paling banyak perannya dalam menciptakan cara mudah menuju keruntuhan bangsa ini. Merekalah sponsor utama dalam mengecilkan harkat dan martabat bangsa. Mereka adalah orang yang sama yang menciptakan wacana ujaran kebencian (hate speech) dan persekusi (persecution) untuk demonisasi dan kriminalisasi lawan politiknya, dua label yang dijiplak mentah-mentah dari Barat padahal masih sangat dipertanyakan relevansinya dengan kondisi di Tanah Air.


Afi tidak berdiri sendiri. Dia hanya potret kecil dari sikap budaya kita secara keseluruhan. Kalau begitu masalahnya, bangsa ini perlu penyembuhan total. [Buni Yani]

Previous
« Prev Post

Related Posts

7/08/2017 04:53:00 PM

0 komentar:

Posting Komentar