Iklan

Pancasila sebagai Alibi

Posted by Gerakan Rakyat on Jumat, 09 Juni 2017


GERAKAN RAKYAT - Sesudah enam tahun berkuasa, di tengah klaim sukses penanganan krisis ekonomi dan krisis pangan pada penghujung kekuasaan Soekarno, pada 1974 rezim Orde Baru tiba-tiba menghadapi peristiwa Malari. Penolakkan terhadap dominannya modal asing meruak. Para teknokrat yang sebelumnya disanjung-sanjung mulai digugat. Meski Malari berhasil ditangani dengan pendekatan koersi, namun riaknya menyebar ke mana-mana.

Pada 1978, menjelang Sidang Umum MPR, ketidakpuasan terhadap hasil-hasil pembangunan, yang menghasilkan jurang ketimpangan, telah melahirkan kecemburuan dan gelombang kritik yang kian tajam. Soeharto pun jadi sasaran. Pencalonannya kembali sebagai presiden ditolak di sejumlah kampus.

Lantas, apa yang dilakukan rezim untuk menghadapi gelombang kritik yang kian membesar itu, yang terjadi justru di saat mereka sedang getol-getolnya mengklaim sukses pembangunan?!

Pada SU MPR tahun 1978 itulah lahir Tap MPR yang kemudian melahirkan Badan Pembina  Pendidikan Pelaksanaan Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila, atau yang kita kenal sebagai BP7. Sejak itu tiap kritik terhadap pemerintah dihadapi dengan tameng 'Pancasila'. Suara-suara kritis dan ketidakpuasan dianggap sebagai rongrongan terhadap Pancasila. Puncaknya, sesudah lima tahun, diberlakukanlah apa yang disebut sebagai asas tunggal Pancasila.

Apa yang dilakukan oleh rezim saat itu terhadap Pancasila bukanlah untuk memuliakannya, melainkan sekadar memperalatnya untuk melindungi dirinya dari serangan lawan-lawan politiknya. Pancasila, dalam posisi itu, sekadar jadi alibi politik semata.

Kita tentu tak berharap fragmen-fragmen itu terulang kembali. Itu sebabnya euforia Pancasila akhir-akhir ini perlu dilihat secara hati-hati. Pancasila adalah bintang pemandu, juga alat pemersatu, jadi bukan alat untuk menggebuk lawan-lawan politik. (
Tarli Nugroho)


----------------------
Sumber: https://es-es.facebook.com/OpiniBerita/posts/310611229376660:0

 

Previous
« Prev Post

Related Posts

6/09/2017 07:43:00 AM

0 komentar:

Posting Komentar