Iklan

Otoritarian dan Komunis Dari Sudut Pandang Teori Pers

Posted by Gerakan Rakyat on Sabtu, 24 Juni 2017

GERAKAN RAKYAT - Istilah Kemerdekaan Pers dan Kebebasan Pers sering ditemui dalam berbagai referensi untuk menyebut pada makna yang sama. Kalimat “Kemerdekaan Pers” merupakan terjemahan dari the freedom of the press, yang senafas dengan arti free from the dom, atau bebas dari dari penguasa. Sedangkan, kalimat “Kebebasan Pers” merupakan terjemahan dari liberty to atau bebas untuk melakukan. Kebebasan pers juga harus diartikan sebagai kebebasan untuk mempnuyai dan menyatakan pendapat melalui pers.

Menurut Fred S.Siebert, Theodore Peterson dan Wilbur Scrammdalam bukunya Four Theories of the Press, ada empat macam teori pers.

1. Teori Pers Otoritarian (Otoriter)

Menurut teori ini pers mempunyai tugas untuk mendukung dan membantu politik pemerintah yang berkuasa untuk mengabdi kepada negara. Pada teori pers seperti ini, pers tidak boleh mengkritisi alat-alat negara dan penguasa. Ditambah lagi pers jenis ini berada di bawah pengawasan dan kontrol pemerintah. Itu artinya rakyat tidak memiliki hak penuh dalam mengaspirasikan pendapatnya, ia tidak bisa memberikan opininya melalui pers. Bila diketahui pemerintah, mungkin akan diciduk dan dihukum oleh pemerintah.

2. Teori Pers Liberal

Teori pers ini memiliki tujuan untuk melakukan pengawasan terhdap kinerja yang dilakukan oleh pemerintah. Liberal dikenal dengan kebebasannya, namun sebebas-bebasnya pers dalam negara yang menganut demokrasi liberal, pers tidak leluasa untuk menfitnah, menyiarkan tulisan cabul ataupun untuk menghasut. Pers liberal beranggapan bahwa pers itu harus mempunyai kebebasan yang seluas-luasnya, hal ini bertujuan untuk membantu manusia dalam mencari kebenaran. Kebebasan pers dengan demikian dapat menjadi ukuran atas kebebasan yang dimiliki oleh manusia.

3. Teori Pers Komunis (Marxis)

Teori pers yang satu ini mulai berkembang sejak awal abad yang ke 20, sebagai akibat dari sistem komunis uni soviet. Media massa pada pers teori ini berperan sebagai alat pemerintah (partai) dan bagian integral dari negara. Jadi media massa mau tidak mau harus tunduk kepada pemerintah. Teori ini disebut juga dengan pers totaliter Soviet atau teori pers komunis Soviet.

4. Teori Pers Tanggung Jawab Sosial

Pada teori ini pers adalah forum yang dijadikan sebagai tempat untuk memusyawarahkan berbagai masalah dalam rangka tanggung jawab terhadap masyarakat (sosial). Teori ini hadir sekitar awal abad ke-20. Teori ini muncul setelah adanya protes terhadap kebebasan yang mutlak dari terori liberal, karena teori liberal memberikan kebebasan yang sebesar-besarnya sehingga terjadi kemerosotan moral pada masyarakat.

[GR]

Previous
« Prev Post

Related Posts

6/24/2017 05:36:00 PM

0 komentar:

Posting Komentar