Iklan

Nalar Pendek Kebijakan Ketenagalistrikan

Posted by Gerakan Rakyat on Kamis, 15 Juni 2017

GERAKAN RAKYAT - Seperti yang saya kemukakan delapan tahun silam dalam berita di bawah ini, bertambahnya jumlah pemain dalam rantai produksi ketenagalistrikan tidak akan membuat harga setrum jadi murah, malah sebaliknya. Selama listrik dianggap sebagai sektor komersial belaka, dan bukan sebagai sektor strategis nasional, keadaan itu tidak akan berubah. Selamanya sektor ketenagalistrikan akan digunakan untuk mengeksploitasi kantong konsumen. Sayangnya, sesudah berganti rezim cara pandang pemerintah tak juga berubah.

Pencabutan subsidi bagi 18,7 juta pelanggan R-1, atau 900 VA, yang telah berlangsung secara bertahap sejak Januari lalu, dan rencana pencabutan subsidi bagi 13 juta pelanggan 450 VA hingga akhir 2017 nanti, adalah contohnya. Dalam jangka pendek kebijakan ini mungkin baik bagi keuangan negara, tapi buruk bagi perekonomian nasional secara keseluruhan.

Jangan lupa, belanja negara hanya menyumbang Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 9 hingga 10 persen saja, sementara porsi terbesar--sekitar 54-56 persen--disumbang oleh konsumsi domestik, disusul oleh investasi dengan porsi sekitar 32 persen, dan sisanya disumbang oleh net ekspor, yang angkanya bisa positif maupun defisit.

Nah, pencabutan subsidi listrik itu pasti akan melemahkan daya beli masyarakat, yang besar kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi. Jadi, di satu sisi dampak penghematan akibat pencabutan subsidi itu tidak terlalu besar, "hanya" sekitar Rp25 triliun, namun di sisi lain dampak negatif dan destruktifnya bisa lebih besar bagi perekonomian secara keseluruhan.
Kita bisa sama-sama melihat bahwa pasar-pasar dan mal-mal tak seramai tahun lalu pada Ramadhan tahun ini, padahal saat Ramadhan konsumsi masyarakat biasanya melonjak hingga 40 persen. Seturut data statistik, kuartal pertama tahun ini tingkat konsumsi memang turun jika dibanding tahun lalu.

Jadi, alih-alih memotong-motong anggaran tidak karuan seperti itu, apalagi hingga menarik subsidi untuk rakyat kecil hanya demi menyelamatkan keuangan negara, sebaiknya pemerintah mulai merasionalisasi proyek-proyek pembangunan infrastruktur. Fungsi pembangunan infrastruktur sebenarnya hanya untuk menopang kegiatan perekonomian, namun jika daya beli masyarakatnya sendiri amblas, kegiatan ekonomi mana yang hendak ditopang?!  [Tarli Nugroho]

------------
Source: https://www.facebook.com/tarli.nugroho/posts/10155558589598606?pnref=story

Previous
« Prev Post

Related Posts

6/15/2017 10:56:00 PM

0 komentar:

Posting Komentar