Iklan

Gelora Jihad Nahdlatul Ulama

Posted by Gerakan Rakyat on Jumat, 23 Juni 2017

RESOLUSI JIHAD NAHDLATUL ULAMA
 
Sebelum menyampaikan Resolusi bersejarah itu, terlebih dahulu diawali oleh Fatwa Hadratus Syeikh KH. Moh. Hasyim Asy'ari pada tanggal 22 Oktober 1945 menjelang perang besar-besaran meletus, yang antara lain menyatakan:

  1. Umat Islam wajib mengangkat senjata melawan Belanda dan kawan-kawannya yang hendak kembali menjajah Indonesia.
  2. Melarang kaum Muslimin Indonesia untuk melakukan perjalanan haji dengan kapal Belanda.

Dari pernyataan Syeikh Moh. Hasyim Asy'ari tersebut akhirnya NU mengirim surat resmi yang ditujukan kepada pemerintah yang berbunyi: "Memohon dengan sangat kepada pemerintah Indonesia supaya menentukan sikap dan tindakan yang nyata serta sepadan terhadap tiap-tiap usaha yang akan membahayakan kemerdekaan agama dan negara Indonesia, terutama terhadap Belanda dan kaki tangannya. Supaya pemerintah melanjutkan perjuangan yang bersifat Sabilillah untuk tegaknya Negara Republik Indonesia yang merdeka dan agama Islam".

Adapun Isi lengkap dari RESOLUSI tersebut adalah:

Mendengar:
Keterangan-keterangan tentang suasana genting yang meliputi Indonesia sekarang, disebabkan datangnya kembali kaum penjajah dengan dibantu oleh kaki-tangannya yang menyelundup ke dalam masyarakat Indonesia.

Mengingat:

  1. Bahwa Indonesia adalah negeri Islam.
  2. Bahwa penjajahan adalah melanggar ajaran-ajaran Islam.
  3. Bahwa umat Islam dimasa lalu telah cukup menderita atas kejahatan dan kezholiman kaum penjajah.
Menimbang:
  1. Bahwa mereka (kaum penjajah) telah menjalankan kekejaman, kejahatan dan kezholiman dibeberapa daerah daripada Indonesia.
  2. Bahwa mereka telah menjalankan Mobilisasi (Pengerahan tenaga peperangan) umum, guna mengancam kedaulatan Republik Indonesia.
Berpendapat:
Bahwa untuk menolak bahaya penjajahan itu tidak mungkin dengan pembicaraan saja.

Memutuskan:

  1. Berperang, menolak dan melawan penjajah itu Fardhu Ain yang harus dikerjakan oleh tiap-tiap orang Islam, laki-laki, perempuan, anak-anak, bersenjata atau tidak (bagi orang-orang yang berada dalam  jarak lingkaran 94 km) dari tempat masuk dan kedudukan musuh.
  2. Bagi orang-orang yang berada diluar jarak lingkaran tadi, kewajiban itu jadi Fardhu Kifayah (yang cukup kalau dikerjakan oleh sebgian saja).
  3. Apabila kekuatan dalam No. 1 belum dapat mengalahkan musuh, maka orang-orang yang berada diluar jarak lingkaran 94 km, wajib berperang juga membantu No.1 sehingga musuh kalah.
  4. Kaki tangan musuh adalah pemecah kedaulatan tekad dan kehendak rakyat, dan harus dibinasakan, menurut hukum Islam sabda Hadits Riwayat Muslim.

Sepenggal dari naskah "Resolusi" ini sering disebut dengan nama "Resolusi Jihad". Bermula dari Fatwa Rois Akbar NU KH. Hasyim Asy'ari yang diungkapkan pada 22 Oktober 1945 di Surabaya.

Resolusi NU tersebut disampaikan kepada Pemerintah RI dan menjadi keputusan Muktamar Umat Islam di Yogyakarta pada 7-8 Agustus 1945, bahwa umat Islam Indonesia siap berjuang Jihad Fii Sabilillah, perang di jalan Allah untuk menentang tiap-tiap penjajahan.

Resolusi Jihad tersebut akhirnya mampu membangkitkan Arek-arek Surabaya untuk bertempur habis-habisan melawan penjajah. Dengan semangat takbir ALLAHU AKBAR yang dikumandangkan oleh Bung Tomo, maka terjadilah perang rakyat yang 'heroik' pada 10 Nopember 1945 di Surabaya, yang kemudian dikenal dengan Hari Pahlawan.

Isi Resolusi Jihad  ini kemudian dikokohkan dalam Muktamar NU XVI di Purwokerto pada 26-29 Maret 1946.

Semoga RESOLUSI JIHAD NU yang pernah terjadi dalam sejarah Umat Islam Bangsa Indonesia, menjadi inspirasi yang mengawali sebuah perlawanan RAKYAT ISLAM INDONESIA keseluruhan terhadap kedzoliman, penindasan dan kebrutalan tirani serta segala bentuk penjajahan yang ada di Republik saat ini.


Allahu Akbar...!



Oleh: Cakra Sakti, S.Sos.


-------------------------
Rujukan:
Antalogi NU, Buku 1, H. Soelaiman Fadeli dan  Mohammad Subhan, Surabaya 2007

Previous
« Prev Post

Related Posts

6/23/2017 09:43:00 PM

0 komentar:

Posting Komentar