Iklan

Berakhirnya Nama Batavia, Dihidupkannya Kembali Nama Jayakarta atau Jakarta

Posted by Gerakan Rakyat on Minggu, 25 Juni 2017

GERAKAN RAKYAT - KATOLIKISME melahirkan Imperialisme Kuno, dilanjutkan oleh PROTESTANISME menciptakan Imperialisme modern. Dilengkapkan oleh CALVINISME melahirkan Kapitalisme.

Ketiga isme di atas, tidak hanya menindas dan menyengsarakan bangsa-bangsa Asia Afrika. Tetapi imperialisme dan kapitalisme bagi Buruh Kulit Putih sekalipun, di Eropa sebagai Proletar tertindas dan teraniaya oleh Kaum Borjuis.

Dampaknya Karl Marx dengan ideologi Komunisme mengajak Buruh Tani berevolusi menumbangkan pemerintahan yang sudah papan, dengan Manifesto Komunis-nya (1848). Komunisme baru bisa direalisasikan pada Perang Dunia I (1914-1919). Di bawah Lenin, 23 Oktober 1917, berdirilah Uni Soviet Rusia.

Jerman yang kalah dalam Perang Dunia I, di bawah Adolf Hitler dengan gerakan Lebensraum-Wilayah Penghidupan, bersaing ingin menjadi Penguasa Dunia. Nazisme, Jerman bangkit bersama Facisme Mussolini Italia, dan Shintoisme Hirohito Jepang membentuk Axis Pact-Pakta Poros.

Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Rusia membentuk Alied Forces Pact-Pakta Sekutu bersama Kerajaan Protestan Bekanda di dalamnya.

Lomba senjata antar negara imperialis di atas, berakibat pecahlah Perang Dunia II (1939-45). Kerajaan Shinto Jepang ingin menguasai Asia, pecahlah Perang Asia Timur Raya atau Perang Pasifik (1941-45).

Perang Dunia II dan Perang Asia Timur Raya hakikatnya Perang Antar Negara Imperialis, di Indonesia menjadikan Kerajaan Protestan Belanda dan pemerintah kolonial Belanda, berakhir jajahannya selama lamanya (8 Maret 1942). Terkalahkan oleh Balatentara Dai Nippon di Kalijati Subang Jabar.

Saat inilah nama BATAVIA berakhir selama lamanya. Dibangkitkan kembali nama JAYAKARTA atau JAKARTA.

Pakta Poros tidak mampu melawan serangan Sekutu. Jerman, Italia, menyerah. Kekaisaran Shinto Jepang menyerah 14 Agustus 1945 kepada Amerika Serikat.

BERKAT RAHMAT ALLAH YANG MAHA KUASA, 9 Ramadhan 1364, Jumat Legi, 17 Agustus 1945, didirikanlah REPUBLIK INDONESIA dengan Ibu Kota JAKARTA.

Terlahirlah KEMENANGAN PARIPURNA (QS 48: 1). SYARIF HIDAYATULLAH atau SUNAN GUNUNG JATI , CUCU PRABU SILIWANGI jasanya bersama FATAHILLAH benar-benar mewariskan Kemenangan Abadi dan Paripurna, menjadikan Bangsa dan Negara Indonesia Merdeka.

RAMADHAN 22, 933 H JAYAKARTA FAT-HAN MUBINA, dan RAMADHAN 9, 1364 H JAKARTA, BERKAT RAHMAT ALLAH YANG MAHA KUASA, Juang Jihad Para Waliullah dan Ulama serta Santri, berhasil mengakhiri masa penjajahan Imperialisme Barat dan Timur, terkuburlah.Termasuk Komunisme PKI walau berulang kali ingin berkuasa, gagal dan gagal.

ALLAHU AKBAR tidak membenarkan NKRI dikuasai oleh orang orang yang tidak memiliki Keimanan kepada ALLAH YANG MAHA KUASA.

MINAL AIDZIN WAL FAIDZIN.

[Prof. Ahmad Mansur Suryanegara]



Previous
« Prev Post

Related Posts

6/25/2017 02:58:00 PM

0 komentar:

Posting Komentar