Iklan

Idea Kreatif Sir Iqbal

Posted by Gerakan Rakyat on Minggu, 25 September 2016

GERAKAN RAKYAT - Kreatifitas Iqbal adalah seni berjuang untuk meninggikan kembali martabat bangsa dan umatnya yang sedang mengalami kemerosotan peradaban dan kemunduran mentalitas. Saat itu, bangsa Muslim berada dalam kemunduran dan penjajahan barat. Iqbal merasa terpanggil untuk memperbaiki nasib bangsa dan umatnya, salah satunya dengan pembaharuan pemikiran Islam agar kontekstual dengan jiwa zaman saat itu.

“Sesungguhnya sudah masanya bagi kita saat ini untuk memelihara asas-asas Islam. Bangunlah hai Muslim, hembuskan hidup yang baru pada segenap jiwa yang hidup. Bangkitlah dan nyalakan semangat orang yang bernyawa. Bangkitlah dan letakkan kakimu di jalan lain,” seru Iqbal.

Dalam kondisi bangsa Muslim selalu dalam sorotan para imperialisme. Hidupkanlah pada setiap waktu, aktifitas kesiagaan yang sesuai dengan jiwa wahyu.

“Hai orang-orang yang beriman, bersiap siagalah kamu, dan majulah berkelompok-kelompok, atau majulah bersama-sama”. (Q.S. An-Nisaa, 4: 71)

“Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung. (Q.S. Ali Imraan, 3: 200)

“Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan)”. (Q.S. Al-Anfal, 8: 60)

Sebab jika saatnya para imperialisme itu datang, siapapun yang bernama Mu’min—yang sadar terjaga maupun yang tak sadar karena selalu tidur—takkan terlepas dari bidikannya. Janganlah sadar itu datang terlambat ketika bayang-bayang imperialisme itu sudah dekat menentukan ajalmu. Sehingga yang bisa dilakukan hanya kefrustasian dalam menyikapi hidup. Bahkan ketakberdayaan melakukan perlawanan menghadapi agresi durjana para imperialisme. Janganlah pada saatnya, merasa bersalah atau menyalahkan diri sendiri karena kesadaran itu datang terlambat. Bak sajian wahyu yang mengambarkan.

”Dan (alangkah ngerinya), jika sekiranya kamu melihat ketika orang-orang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Rabbnya, (mereka berkata), “Wahai Rabb kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami ke dunia. Kami akan mengerjakan amal shaleh. Sesungguhnya kami adalah orang-orang yakin”. (Q.S. As-Sajdah, 32: 12)

Dalam kisah perjalanannya, Sir. Iqbal lahir dan hidup pada masa agresi militer Eropa. Mencapai wilayah yang paling luas dan membentuk opini sengit. Sir. Iqbal, seorang humanis besar, merasakan kekejaman, kesengsaraan dan kemerosotan sebagai akibat dari imperialisme kapitalisme yang mengabaikan tuntunan spiritual dan etik, dan imperialisme yang menjadi begitu yakin atas kekuatan materi.

Jiwanya memberontak terhadap penaklukan sebagian besar manusia dan perlakuan umat manusia sebagai sebagai komoditi perdagangan. Begitulah kiranya sebelum Sir. Iqbal akhirnya menuliskan itu semua ke dalam sajak dan puisinya guna mengecam eksploitasi dan dominasi politik Eropa.

    Hai penduduk benua barat, Bumi Tuhan bukanlah kedai. Apa yang kalian anggap berharga, kelak ‘kan ternyata tak bernilai.

Lalu dengan lantang kreatifitas Sir. Iqbal mengumandangkan pesan bersahabat kepada kaum Muslimin:

    Apakah kau sekadar debu? Kencangkan simpul pribadimu. Pegang selalu wujudmu yang alit. Betapa keagungan memulas pribadi seseorang. Lalu pahatkan kembali rangka lama kepunyaanmu. Dan bangunlah wujud yang baru. Wujud yang bukan semu. Atau pribadimu cuma lingkaran asap.



 

[DI. Effendi]

Previous
« Prev Post

Related Posts

9/25/2016 09:36:00 AM

0 komentar:

Posting Komentar