Iklan

Menjadi Manusia Efektif

Posted by Gerakan Rakyat on Senin, 08 Agustus 2016

GERAKAN RAKYAT - Hal yang terpenting selain mengeluh adalah menghimpun daya untuk keluar dari krisis. Dan untuk meraih kenikmatan sejati dimasa datang, kita harus keluar dari kenikmatan (semu) yang saat ini kita nikmati. Karena bila kita berlama-lama dengan kenikmatan (semu) dalam transisi, yang akan datang adalah rasa kenyamanan. Dalam kenyamanan yang tercipta itu, setiap orang akan kehilangan rasa solidaritas dan kepekaan krisis, dan tidak akan pernah mengerti apa yang sesungguhnya terjadi. Jadi sangat wajar jika saat ini terdapat segelintir orang “kaya-raya”, tanpa pernah peduli pada moyoritas yang miskin, dan juga tidak kunjung mengerti mengapa mereka terjebak dalam kehidupan miskin. Jangan-jangan hal ini pulalah yang menyebabkan kebanyakan orang-orang yang duduk di kursi kekuasaan tidak juga mengerti mengapa harus berhenti korupsi, walaupun negeri ini sudah benar-benar jongkok dan rapuh.

Itulah bahayanya, jika setiap kita telah dihinggapi rasa nikmat dan kemudahan, justru dalam krisis. “Kemudahan merugikan peradaban”, begitu kata sejarawan dan filosof Arnold J. Toynbee. Semua peradaban yang besar, berkembang di dalam alam kehidupan yang sukar, demikian argumennya. Energi manusia, kreatifitas, dan kemampuan untuk menemukan stuktur sosial dan politik akan menjadi lemah, jika tidak terdapat halangan untuk diatasi, jika tidak ada kesulitan alam yang harus ditaklukkan. Sebaliknya manusia justru menjadi kuat dan perkasa ketika dihadapkan pada rintangan-rintangan. Konsekuensinya, –tulis Toynbee – rangsangan kepada peradaban tumbuh sebanding dengan permusuhan lingkungan seseorang.

Pandangan ini sebenarnya telah membenarkan ide-ide tradisional tentang masyarakat sibaritik (sybaritic societies) dan the downward slope of ease, bahwa semakin mudah kondisi yang dihadapi semakin rendah peradaban. Terdapat kebenaran di dalamnya. Peradaban-peradaban besar dan sistem-sistem politik yang sangat tinggi, tingkat pengorganisasiannya berkembang di bawah kondisi-kondisi yang tidak bersahabat. Imperium Amerika di Andes adalah contoh-contoh yang tepat dari fenomena ini. Sama dengan kontrasnya Boeotia, yang kaya secara material tapi hampir tidak berbudaya, versus imperium Yunani, yang relatif kering datarannya, tapi menjadi salah satu laboratorium yang mengagumkan bagi berbagai bentuk peradaban.

Kata akhirnya adalah, kita semua hari ini harus bermutasi menjadi manusia-manusia yang efektif dan membebaskan diri dari tekanan, tidak dengan terus bergantung pada kekuatan-kekuatan eksternal, melainkan dengan kemampuan dan bakat, dengan tenaga dan kekuatan sendiri, kita masih kuasa melakukannya. Semoga. [al faqir/GR]

Previous
« Prev Post

Related Posts

8/08/2016 09:16:00 AM

0 komentar:

Posting Komentar