Iklan

Maklumat Tentang Bahaya Komunis !

Posted by Gerakan Rakyat on Rabu, 11 Mei 2016

MAKLUMAT PERMATA 
Tentang: Bahaya Komunisme dan PKI No. 049/MP/BK-PKI/05/2016


Memindai kesejarahan nasional menyoal pemberontakan Partai Komunis Indonesia (PKI), kita akan mendapati temuan-temuan yang menjadi fakta tak terbantahkan, bahwa pemberontakan PKI telah menistakan dan mendeskriditkan Islam dan Umatnya pada titik terendah yang harus diperangi dan dimusnahkan. Selain kepada Islam dan Umatnya, PKI pun membidik Tentara Nasional Indonesia (TNI), khususnya Angkatan Darat sebagai musuh utamanya.
 
Medio 1948 yang dikenal dengan peristiwa Madiun 1948 dan pemberontakan September diera Orde Lama 1965, merupakan historiografi kelam dalam nalar struktur konstalasi politik nasional yang bersimbah darah dan air mata akibat PKI memberontak kepada Negara yang masih seusia jagung. Pemberontakan yang diinisiasi oleh para Petugas Partai Komunis Indonesia dimasa tersebut hanya menyisakan kesengsaraan pada Umat Islam Bangsa Indonesia (UIBI). Tak terhitung jumlah Ulama dan Umat Islam yang diburu, disiksa, hingga dibinasakan dengan keji. Pembantaian yang dilakukan PKI dan organisasi satelitnya terhadap Ulama dan Umat Islam, dipicu karena Islam dan Umatnya menolak paradigma komunisme yang menghendaki Indonesia menjadi negara komunis yang bebas nilai dan tanpa ada agama. Banyak para Alim Ulama dan Umat Islam ditipu oleh politik muslihat para Petugas Partai Komunis Indonesia sehingga mereka tak menyadari terjebak dalam hegemoni reaksioner PKI. Begitu pula pada tataran infrastruktur TNI yang tersusupi oleh kader-kader PKI, terprovokasi ikut serta dalam persekongkolan jahat guna menumbangkan pemerintahan yang sah. 

Motif PKI jelas ingin menjadikan Indonesia sebagai negara komunis. Jargon-jargon yang diusung PKI seolah berpihak pada rakyat tertindas hanyalah bualan para Petugas Partai Komunis untuk berkuasa. Agitasi dan propaganda kaum komunis yang berbasis dari idea Karl Marx ataupun Lenin bak mitologi Dewa Janus dalam epos Yunani kuno, Dewa yang memiliki dua wajah berlawanan sebagai satu kesatuan watak munafiknya. Wajah yang lain seakan berpihak terhadap rakyat proletar, dan satu wajah lainnya mengeksploitasi kaum mustad’afin. Personifikasi Dewa Janus pun terimplementasi dalam ending ceremony komunis di fase Diktator Proletariat, yakni, sistem kekuasaan dijelmakan pada ketiadaan kepemilikan pribadi, karena kepemilikan bagi komunisme seluruhnya ada dalam kekuasaan negara yang terdikte oleh Partai Komunis sebagai penentu kebijakan tertinggi. Tentunya, pada tahap ini Petugas Partai Komunis-lah yang memegang kendali pemerintahan.

Atas hal terurai dengan singkat tersebut, kami Persaudaraan Masyarakat Tangerang (PERMATA), menginsyafi bahwa negara Indonesia kiwari kembali terancam dalam tragedi kemanusiaan yang disebabkan oleh kelicikan kaum komunis. Menjadi keniscayaan sejarah pemberontakan PKI akan berulang bila tak segera diantisipasi dalam tempo sesingkat-singkatnya. Karenanya , Persaudaraan Masyarakat Tangerang (PERMATA) menghimbau kepada: 

  1. Segenap elemen anak bangsa untuk segera memutus jejaring kaum komunis dan varian gerakannya, baik yang berada dalam infrastruktur pemerintahan maupun kemasyarakatan.
  2. Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk solid dalam bersikap tegas terhadap ancaman negara dari komunisme.
  3. Ulama dan Umat Islam agar bersama-sama membangun pos-pos (posko anti komunis) di masyarakat sebagai pusat informasi menangkal bahaya komunisme dan menyampaikannya dalam khutbah Sholat Jum’at.
  4. Tenaga Pendidik (Guru atau Ustadz) untuk menyediakan informasi faktual akan bahaya komunisme kepada peserta didiknya/santri.
  5. Pemangku wilayah administratif daerah, dari tingkatan RT, RW, Kelurahan, hingga Kabupaten/Kota agar menggelar nonton bareng (nobar) film G. 30 S-PKI di tengah masyarakat.


Kota Tangerang, 11 Mei 2016 Masehi  Persaudaraan Masyarakat Tangerang (PERMATA)

Ketua,
(Ramdan Dadan)

Sekjend,
(Hidayat)
 

Previous
« Prev Post

Related Posts

5/11/2016 05:00:00 PM

0 komentar:

Posting Komentar