Iklan

Fakta, Indikasi Kuat Kebangkitan neo-PKI

Posted by Gerakan Rakyat on Jumat, 06 Mei 2016

GERAKAN RAKYAT - Berikut adalah hal-hal yg kerap dikaitkan dengan [serta dianggap menjadi] indikasi kuat KEBANGKITAN NEO-PKI *):

Ribka Tjiptaning mengatakan, ada tidak kurang dari 15 juta anak-anak PKI militan pewaris ideologi orang tua mereka dan solid berintegrasi ke PDIP. Ia juga mengklaim: hanya Front Nasakom yang bisa keluarkan bangsa ini dari krisis.(https://www.youtube.com/watch?v=PmDzswRtJM4)


475 kader PKI dibebaskan dari Pulau Buru oleh Presiden SBY tahun 2005, Deklarasi Papernas (Partai Persatuan Nasional) 2007, Peristiwa Pakis Ruyung, Kamis 10 Juni 2010, LKS Pkn di SMU Sukabumi 2012: “Indonesia mengembangkan sendiri Idiologi bangsa yang dinamakan Komunis”.

Kostum kotak-kotak yang digunakan oleh Jokowi saat Pilpres 2014, merupakan seragam pemuda Partai Komunis Cina (Lihat Koran Media Indonesia hari senin tanggal 17 September 2012 halaman 12 pojok kanan atas).

Penetapan 1 Mei sebagai hari Libur Nasional merupakan sinyal harapan gerakan buruh Komunis.

Dalam masa kampanye Pilpres 2014, terdapat slogan yang mirip dengan slogan Nasakom, yaitu: Kita, Ayo Kerja-kerja-kerja! Pembacaan susunan Kabinet Indonesia Hebat tanggal 26 Oktober 2014, bertepatan dengan hari revolusi Komunis Stalin tanggal 26 Oktober 1917.

Pemutaran film senyap di berbagai daerah di awal tahun 2015. Dikenakannya kaos berlambang Palu Arit oleh Puteri Indonesia 2015. Pertemuan kader PKI 24 Februari di solo dan pertemuan kader PKI yang dimotori oleh YPKP 65 di Bukit Tinggi Sumatera Barat. Kongres PRD pada tanggal 24-26 Maret 2015 di Jakarta.

Pada peringatan HUT RI ke 70 di beberapa daerah seperti di Pamekasan Madura, Jember Jawa Timur, Payakumbuh Sumatera Barat, di TMII Jakarta, dan di beberapa daerah dikibarkan bendera palu arit. Kemudian dimeriahkan pula dengan foto-foto tokoh PKI serta grafiti di tembok-tembok di berbagai tempat, seperti di tembok kampus UNP (Universitas Negeri Padang).

Gerakan revivalisasi Komunis, seperti telah disebutkan di atas, terus berjalan. Mereka mengadakan rapat rutin, kaderisasi, dan menata jaringan dengan menyusup di sejumlah parpol, sebagai bagian dari taktik KKM [Kerja di-Kalangan Musuh]. Termasuk penggalangan dana acara seremonial seperti Kongres ke XI serta HUT PKI yang ke-90 bertepatan dengan tanggal 23 Mei 2015. Taktik KKM sebuah aktivitas infiltrasi ini memang efektif kaitannya dengan penysusupan ide-ide dan penyisipan genda-agenda mereka.

Berlangsungnya Peringatan HUT PKI ke-90, Sabtu 23 Mei 2015 dari jam 10.00 s/d 13.00 bertempat di Gedung Aula Kantor Cabang NU Kabupaten Kendal, dengan "cover" acara diskusi bertema KEBANGKITAN NASIONAL. Hal yang sama [PERINGATAN HUT PKI ke-95] juga dilaksanakan di Parakan Temanggung pada keesokan harinya ahad 24 Mei 2015 dari jam 10.00 s/d 13.00.

Dipugarnya Gedung Sarekat Islam (SI) di Jalan Gedong Semarang untuk kemudian dijadikan cagar budaya. Fasilitasi pembuatan batu Nisan atau prasasti bagi kuburan anggota PKI di Plumbon, Wonosari kecamatan Ngliyan oleh Pemkot Semarang untuk selanjutnya dijadikan situs atas usulan Paguyuban Masyarkat Semarang untuk Hak Asai Manusia (PMS HAM).

Kemunculan secara terang-terangan para diasporawan PKI, yang kembali ke Indonesia pasca masa pelariannya bertahun-tahun di luar negeri, yang dengan gagah berani menuntut rehabilitasi pada pemerintah.

Sementara itu di pihak dan di tempat lain.
Pada hari Jumat tgl 13 Mei 2016 Pukul 09.00-11.15 WIB bertempat di Balai Kartini Jakarta, telah berlangsung acara tatap muka antara Menhan RI Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu dengan Purnawirawan TNI, Ormas Kepemudaan dan Ormas Keagamaan dalam rangka mengantisipasi bangkitnya gerakan PKI. Pertemuan dipimpin oleh Letjen TNI (Purn) Kiky Syahnakri dan dihadiri sekitar 150 orang. Poin2 pada pertemuan ini yaitu:**)

1. Kiky Syahnakri (Ketua Panitia)
Acara ini sudah lama digagas yang didahului dengan pertemuan bersama para tokoh, tetapi baru sekarang bisa direalisasikan terkait munculnya gerakan komunis yang ditandai banyaknya muncul logo PKI, simposium dll. Kemudian adanya tuntutan pembongkaran kuburan massal yang berpotensi menimbulkan keresahan dan bisa menimbulkan kerusuhan yang berdarah kalau tidak segera disikapi dengan baik.

2. Letjen TNI (Purn) Surjadi (Ketua PPAD)
a.) Tidak ada lagi yang harus dbicarakan, tapi apa yang harus kita perbuat sekarang, karena musuh sudah di depan mata. Dalam simposium itu dikatakan ingin mengungkap sejarah yang sebenarnya, ini berarti sejarah selama ini dianggap tidak benar. INI GILA..!!! Kemudian dikatakan juga bahwa tidak ada yang salah dan tidak ada yang benar. LOH masa memberontak tidak salah?; b.) Ada kegamangan sikap pemerintah dalam menyikapi hal ini. Pemberontak kok difasilitasi? Terus dari mana anggaran utk memfasilitasi simposium itu? Kalau dari pribadi lebih salah lagi. Setiap Presiden keluar negeri selalu membawa oleh-oleh seperti ini. Presiden juga ter-gopoh-gopoh melantik gubernur Lemhanas, memangnya siapa dia?; c.) PKI tidak mungkin bisa tumbuh kalo tidak difasilitasi. Padahal anggarannya tidak sedikit, itu dari mana? Apakah terkait reklamasi atau terkait gubernur DKI, wallahuallam. Kalo reshuffle terjadi lagi dan mereka masuk semua, mau apa kita? Menteri Susi itu siapa? Anak siapa? Sdh banyak bukti-bukti yang mengharuskan kita bertindak, dan ini bukan kata yang memulai. Petugas intel dan hukum di lapangan untuk tidak ragu-ragu lagi mengambil tindakan sesuai kewenangan dan hukum yang berlaku. Mari ber-sama-sama kita tunjukan bahwa kita masih ada. JGN DIAM !!!

3. Jend TNI Purn Ryamizar Ryacudu (Menhan)
a.) Acara ini sangat penting bagi kita sebagai komponen bangsa yang setia Pancasila dan senantiasa waspada terhadap bahaya laten komunis. Dulu kalo bilang bahaya laten komunis diketawain, tidak ada itu katanya, nyatanya sekarang laten itu muncul lagi, berarti yang bilang itu komunis juga; b.) Ideologi liberal, komunis itu buatan manusia, kalo Pancasila itu anugerah dari Tuhan YME, karena Presiden Soekarno saja bilangnya penggali bukan pembuat Pancasila, karena itu kita harus yakin sebab Pancasila adalah pemersatu. Pesan Jenderal Sudirman kita ini di pihak bathiniah dan melawan lahiriah pasti menang karena Pancasila itu bathiniah; c.) Sebagai Menhan dirinya menginginkan negara ini damai tidak ada ribut-ribut apalagi ada pertumpahan darah. Jadi kalo ada pertemuan (simposium) lalu muncul ini itu, hal ini bisa menimbulkan pertumpahan darah, ini bukan memprovokasi tapi mengingatkan. Jadi kalau kakek-kakek pengecut itu (tokoh PKI) menyuruh anak-anaknyanya dan cucu-cucunya memakai kaos itu (PKI); d.) Terimakasih kepada Ormas, LSM, OKP, Ormas agama yang masih setia kepada Pancasila dan NKRI. Menjadi tugas semua komponen bangsa untuk membela negara sesuai UUD 1945 sesuai peran dan profesi masing-masing. Saat ini masih banyak yang menganggap bahwa bela negara hanya tugas TNI. Ancaman saat ini tidak didominasi militer tetapi menjadi multidimensi. Karena itu bela negara menjadi hak dan kewajiban semua warga negara. Meminta Ormas yang setia kepada Pancasila untuk mewaspadai penyusupan ideologi komunis yang masuk melalui medsos dan dikemas menarik terutama bagi anak-anak muda. Program 100 juta kader Bela Negara (BN) adalah bagian dari upaya merevolusi mental sebagaimana program nawacita.

4. Muhammad Al Khathath (Sekjen FUI)
a.) Dalam Al Quran kita diperintahkan untuk menyiapkan diri dari musuh Allah dan Islam agar bisa me-nakut-nakuti musuh itu. Kita akan menjadi sangat kuat kalo umat Islam bersatu dengan TNI dalam menghadapi PKI, karena itu jangan pisahkan Islam dengan TNI. Malah kata MUI mari kita tumpas PKI; b.) Sikap FUI dlm menghadapi munculnya kembali PKI:

PKI dengan ajarannya yang menolak ke-Esaan Tuhan adalah bertentangan dengan ketuhanan YME yang menjadi dasar negara RI.

PKI telah terbukti melakukan pemberontakan untuk mengganti dasar negara yang berketuhanan YME.

PKI telah melakukan tindakan kekerasan dan pembunuhan terhadap umat Islam, memprovokasi Soekarno dan pembunuhan para jenderal adalah keniscayaan.

Adanya upaya memutarbalikan fakta bhw PKI se-olah-olah korban adalah mengada-ada.

Upaya PKI untuk mencambut TAP MPR harus diwaspadai dan wajib ditolak umat Islam khususnya dan bangsa Indonesia umumnya.

c.) FUI meminta pemerintah RI agar dalam menangani masalah PKI harus dimulai dari kasus pemberontakan PKI sebelum tahun 65. Kemudian dalam membuat program bela negara oleh Kemhan agar memasukkan kurikulum bahaya komunis. Selain itu harus melibatkan ulama dan pesantren dlm bela negara. Kita juga meminta TVRI agar menayangkan kembali film G 30 SPKI. Umat Islam insya Allah akan berjihad bersama TNI utk memberantas PKI.

5. Yapto (Ketum PP)
Ketika amandeman UUD 45 dilakukan pihaknya menganggap bhw TNI/Polri juga sudah tersusupi, kenapa waktu itu ikut menyetujui. Lalu ketika bersumpah setia kepada Pancasila dan UUD 45, itu Pancasila dan UUD 45 yang mana? Munculnya kembali komunis karena intelijen kita tidak bekerja sebagaimana mestinya. Kemudian pemerintah juga malah menyerahkan ekonomi kita kepada segelintir orang yang akhirnya bisa mengatur republik ini. Jawa bagian utara mulai dari Merak sudah dikuasai oleh non pribumi. Pemerintah dan legislatif kita sudah dimasuki komunis. Ini yang harus dibersihkan, bukan hanya menangkapi orang-orang yang memakai kaos PKI saja. Lebih parah lagi ada pejabat pemerintah yang mengatakan kaos PKI sedang tren.

6. Ponco Sutowo (Ketum FKPPI)
Munculnya kembali PKI tidak tiba-tiba, tetapi sudah direncanakan secara sistematis, karena itu kita juga harus menyiapkan diri. Di seluruh negara di dunia hanya memiliki satu ideologi, kita sdh memilih Pancasila maka harus kita pertahankan, karena itu mari kita rapatkan barisan. Semoga acara ini menjadi modal dalam gerakan kita melawan PKI.

7. Shobri Lubis (Ketua DPP FPI)
Dari hari ke hari makin tidak jelas bangsa ini mau dibawa ke mana. PKI juga semakin merajalela. Pihaknya telah menyerahkan buku berisi temuan-temuan tentang munculnya PKI kepada Pangkostrad, Mabes TNI dan Mabes Polri. Kami melakukan apa yang bisa dilakukan antara lain dengan memutar film secara serempak pengkhianatan PKI karena anak SD sekarang tidak mengerti PKI. Sedangkan di kampus malah menonton film PKI senyap. Kami dengan para pendeta mendatangi Komnas HAM terkait tulisan di kompas bahwa Komnas HAM meminta agar pemerintah meminta maaf kepada PKI. Ini Komnas HAM Indonesia atau Komnas HAM-nya PKI. Kenapa ketika umat Islam dibantai PKI, Komnas HAM hanya diam. Kalau kita meminta maaf kepada PKI maka sekalian saja pemerintah minta maaf kepada Belanda dan Jepang karena telah menjajah kita.

8. Taufik Ismail (budayawan)
Ada 3 buku yang ditulis oleh wartawan Jawa Pos dan buku baru berjudul Benturan NU dan PKI, ini bagus sekali, patut dibaca. Dirinya juga sudah membuat buku sesudah 30 tahun gagalnya kudeta PKI. Kudeta PKI 1948 itu bukan peristiwa Madiun affair tapi deklarasi negara Soviet Indonesia yang katanya akan dipimpin oleh keturunan Nabi Musa yaitu Muso. Remaja kita perlu membaca buku tentang pengkhianatan PKI, tapi sangat disayangkan remaja kita lebih ter-kagum-kagum terhadap buku-buku terbitan barat. Negara kita adalah yang tercepat dalam membubarkan komunis. Di seluruh dunia dalam 74 tahun, komunis telah membantai 120 juta orang, artinya dalam sehari komunis telah membunuh 4500 orang, ini hasil penelitian. PKI telah menyembunyikan fakta bahwa hanya PKI yang dibunuh oleh umat Islam dan TNI, tapi sebabnya tidak pernah disebut karena sebabnya PKI yang lebih dulu membantai umat Islam dan anggota TNI.

9. Mayjen TNI Budi Sujana (Ketua Bela Negara)
Kita akan memperingati hari Pancasila pada 1 sd 3 Juni 2016 dengan mengadakan simposium menolak bangkitnya PKI yang kemudian dilanjutkan dengan pawai akbar, diharapkan semua pihak ikut membantu agar terselenggaranya kegiatan nanti itu, ketua Panitianya Bapak Kiky Syahnakri. Kita terlena bahwa PKI tidak akan bangkit, nyatanya mereka sudah bangkit dan memegang posisi-posisi penting di pemerintahan. Jangan sampai terlena lagi, mari kita bersatu.



Oleh: Taofik Al Rakhman

_______________________________

*) Dikutip dan disunting dari:
www.swarasenayan.com/sistematika-kebangkitan-partai-komuni…/
**) Dari sumber terpercaya dan dapat diverifikasi 



Previous
« Prev Post

Related Posts

5/06/2016 08:14:00 AM

0 komentar:

Posting Komentar